Rekan-rekan pasti pernah menyimak atau minimal tahu mengenai film Star Wars? Film yang suksesnya luar biasa dan bahkan sudah mencapai seri ke 11 dengan berbagai spin off, merchandise dan produk lainnya, bahkan Star Wars sendiri merupakan salah satu ikon pop-culture dalam ranah kebudayaan barat sana, dan bisa jadi di Indonesia.. betapa karakter Darth Vader, Luke Skywalker, Princess Leia Organa, Han Solo dan teman berbulunya Chewbacca, sepertinya sempat tereksposur oleh kita, lintas generasi.

Jika rekan-rekan menyimak rentetan film Star Wars, sungguh ada silver lining (keterkaitan erat/pembelajaran)  yang sangat kentara terkait dengan judul artikel kali ini: we are what we choose to be.. bahwa Darth Vader memilih dengan sadar peran antagonis dengan menjadi bagian dari dark force, bahwa Luke Skywalker dengan sadar memilih untuk melawan Darth Vader (yang ternyata adalah ayahnya sendiri) dengan menjadi Ksatria Jedi yang selalu berada dalam garis kebenaran.

Pembelajaran yang bisa kita telah adalah, pilihan-pilihan selalu ada di depan kita, baik atau buruk, salah atau benar, terang atau gelap.. tetapi sadarkah kita akan pilihan-pilihan tersebut?

KESADARAN akan muncul apabila kita mampu memilah dan menelaah konsekuensi dari pilihan kita, dan kemauan untuk menerima konsekuensi tersebut (aka: Tanggung Jawab). Jika kita memiliki kedua hal tersebut, maka pilihan apapun yang kita ambil dalam hidup, selama kita mau dan mampu menjalaninya, in the end, hasil tidak akan mengkhianati.

So, Pilihlah langkah rekan-rekan dengan memahami konsekuensi ke depannya, jika yakin itu baik, jalankan, jika masih ragu, tinggalkan.. apapun  pilihannya, minumnya tetap Teh.. eh, melantur.. apapun itu, langkah yang kita ambil.. kuncinya hanya satu, sedia menerima konsekuensi, siap tanggungjawab, dan bersikap positif atas pilihan kita..

Layaknya Ksatria Jedi..

May The Force be With You..

Happy Lunch Friends..