Membikin berkas CV (Curriculum Vitae) bagi para pelamar kerja merupakan suatu kewajiban. Setiap perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan pasti menetapkan syarat pengumpulan CV bersamaan dengan berkas lamaran penting lainnya. Kenapa berkas itu sangat esensial? Alasannya ada pada isi dari berkas lamaran itu sendiri, yakni daftar riwayat hidup calon karyawan.

Biasanya berkas CV mengandung data pribadi berupa nama lengkap, tahun kelahiran, alamat tempat tinggal, serta lain-lain. Terus, terdapat riwayat pendidikan, berbagai macam pengalaman, seperti pengalaman organisasi, kerja, pelatihan kerja, serta magang. Terdapat pula yang mencantumkan prestasi, nih, sahabat.

Setelah itu, perlu anda ketahui juga bahwa ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu tercantum dalam susunan berkas CV. Sebagian orang mungkin terlalu mengexpose informasi pribadi saat membuatnya.  Padahal, itu dapat berbahaya, lho! Apabila salah satu dari anda bertanya apakah sebegitu berbahayanya? Ya, karena informasi pribadi sifatnya rahasia.

Oleh karenanya, berikut kami berikan penjelasan mengenai hal-hal apa yang perlu anda hindari penyertaannya ketika mau membuat berkas CV. So, baca dengan saksama serta pahami betul maksudnya!

1. Tanggal Lahir pada Berkas CV

Untuk menjaga kerahasiaan NIK mu, jangan cantumkan tanggal lahir pada berkas CV

Tanggal lahir tergolong ke dalam data yang bersifat pribadi serta sensitif yang ada pada berkas CV. Kenapa demikian? Perlu kita ketahui bersama bahwa tanggal lahir seseorang dapat orang lain manfaatkan untuk menebak Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nah, maka dari itu informasi tanggal lahir perlu anda jaga kerahasiaannya, ya, sahabat MySkill.

Apabila memang anda merasa itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang sedang anda lamar, lebih baik tidak usah anda isi. Apabila untuk tujuan mengetahui usia si pelamar, tuliskan tahun kelahiran saja.

2. Alamat Lengkap

Ada perusahaan yang tidak memerlukan alamat rumah pada berkas CV

Faktanya, tidak seluruh perusahaan menjadikan alamat sebagai syarat wajib yang harus anda penuhi. Terkadang para pelamar juga masih berpikir dua kali untuk menyertakannya atau tidak karena masalah pribadi.

Oleh karena itu, coba pahami bahwa tujuan perusahaan melihat alamat pelamar adalah guna memperkirakan jarak tempuh perjalanan dari rumah ke kantor. Pihak perusahaan tentunya tidak mau nantinya muncul alasan terlambat kerja karena jarak rumah yang jauh atau terhalang oleh kemacetan.

Intinya, apabila tidak diminta secara spesifik serta merasa tidak relevan, anda jangan menambahkan alamat yang terlampau lengkap. Cukup dengan menuliskan kota serta provinsi.

3. Latar Belakang Pendidikan yang Terlalu Rinci dalam Berkas CV

Pendidikan terakhirmu saja yang kamu cantumkan

Apakah anda perlu mencantumkan latar belakang pendidikan yang rinci pada berkas CV? Jawabannya tidak perlu. Eits, jangan salah tangkap ya, yang tidak usah adalah menjabarkannya dengan sangat perinci.

Sebelumnya, kami yakin anda pernah menemui berkas CV yang pemiliknya bahkan memberikan keterangan jenjang pendidikan TK. Tindakan tersebut kurang efisien karena recruiter tidak mungkin memedulikan data tersebut. Coba saja anda sertakan dari SMA sampai universitas.

4. Pengalaman yang Tak Relevan

Pengalaman yang kamu cantumkan pada CV harus sejalan dengan pekerjaan yang kamu lamar

Jika anda tidak dapat menemukan hubungan antara pengalamanmu itu, entah yang berbentuk pengalaman organisasi, kerja, magang serta lain sebagainya dengan posisi yang hendak anda lamar saat ini, sebaiknya jangan anda cantumkan. Sudah jelas tampak perusahaan lebih menginginkan seseorang yang mempunyai latar belakang pengalaman sejenis.

5. Prestasi yang Tak Sejalan dengan Posisi Lamaran Kerja

Prestasi yang kamu tulis pada berkas CV juga harus cocok dengan pekerjaan yang ingin kamu lamar

Prestasi adalah pencapaian yang menunjukkan kualitas diri atau kinerja anda. Oleh karenanya, informasi prestasi penting untuk ada dalam berkas CV, asalkan menuliskannya dengan cara yang baik. Terlebih lagi apabila prestasi tersebut tidak melenceng dari kualifikasi posisi pekerjaan tertentu yang sedang perusahaan cari.

6. Talent yang Tak Terkait pada Berkas CV

Mencantumkan skill yang melenceng dari pekerjaan yang ingin kamu lamar dapat membuatmu kewalahan saat bekerja

Menunjukkan talent terbaik kita memanglah keren, apalagi jika anda benar-benar nyata memilikinya. Jangan sampai anda hanya asal bicara serta tujuannya sekadar agar recruiter menganggapmu knowledgeable. Hati-hati saja nanti setelah perusahaan menerimamu malah akan memberikan jobdesk yang tidak anda kuasai. Duh, memberatkan sekali ya, tentunya!

Usahakan jujur pada dirimu sendiri serta pihak perusahaan. Jika anda secara sadar merasa sanggup serta mengakui kemampuan itu, barulah dapat menyertakannya dalam berkas CV dengan rasa yakin.

7. Kegemaran

Hobimu yang tidak relevan lebih baik tidak dicantumkan

Menuliskan hobi dalam berkas CV sebenarnya antara penting serta tidak penting, nih, sahabat MySkill. Terdapat kemungkinan anda merasa tidak memiliki banyak pengalaman kerja atau organisasi, sehingga memutuskan untuk menambah keterangan tentang hobi yang selama ini anda tekuni. Kami perjelas lagi bahwa jika memang tidak ada relevansi dengan posisi yang anda lamar, sebaiknya tidak usah anda sertakan.

Misalkan saja anda mempunyai hobi berenang, terus, anda malah mendaftar pada posisi website positioning content material author. Sudah tampak tidak saling berhubungan, bukan? Nan ada nanti HRD malah jadi bingung. Sepatutnya kalau anda menginginkan posisi itu, tunjukkan ketertarikanmu akan dunia kepenulisan.

8. Moto Hayati

Untuk zaman sekarang, kata-kata mutiara tidak penting lagi

Seringkali kita temui pelamar yang menambahkan moto hidup atau kata-kata mutiara saat menyusun berkas CV. Padahal, zaman sekarang itu tidak penting lagi, lho. Coba deh, sahabat MySkill pikir kembali, perusahaan mana yang melihat kualitas pelamar hanya dari moto hidupnya saja? Kami rasa tidak ada yang seperti itu.

Baiklah, itu tadi hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak anda cantumkan dalam berkas CV (Curriculum Vitae)-mu. Apakah anda pernah melakukan kesalahan dengan menambahkan salah satu atau beberapa informasi dari delapan poin data yang telah kami jelaskan sebelumnya? Jika memang sudah terlanjur, dapat anda perbaiki ya, nanti.